Catatan Harian TORO
≡
Navigation
Home
Menu 1
Drop Menu
Drop Menu 1
Drop Menu 2
Drop Menu 3
Menu 2
Drop Menu 1
Drop Menu 1
Drop Menu 2
Drop Menu 3
Beranda
Home
»
Prosa
,
Puisi
» Kamu dan Simponimu
Kamu dan Simponimu
Posted by Unknown
Posted on 10.00 with
No comments
Ku beriringan jalan dengan rhytme langkahmu
Kulihat tutur kenangan itu membuka gulungan air matamu
Sebab intonasi-intonasi kenangan kembali menyapa
Kamu dan Simponimu dikeindahan berbeda.
Oleh: Abdoel Azjs Toro.
Tweet
0 komentar:
Posting Komentar
Posting Lebih Baru
Posting Lama
Beranda
Like Facebook
Popular Posts
Haruskah Kumati dulu
Tidakkah engkau dengar intonasi hatiku ? Bernyanyi-nyanyimemanggil namamu Ketika diriku selalu terbawa arusmu Tiada tutur jelas yang ...
Pandangan Kelopak Matamu
Ketika kamu melihatku, Aku juga melihatmu... Ketika kamu mulai memandangku... Aku masih melihatmu... Tapi, Ketika aku mulai memanda...
Tiga batang korek api
Tiga Batang Korek. Engkau ingin nyalakan api di tepi pantai Namun hanya tiga batang korek api yang kau miliki Angin tak luputnya datang...
Hiasan dilelapan
Bulan kini mengadu pada bayangmu Kulihat itu ketiku senyummu masih saja menempel dikelopak mataku Kurasakan itu ketika bayangmu hadir la...
Kamu dan Simponimu
Ku beriringan jalan dengan rhytme langkahmu Kulihat tutur kenangan itu membuka gulungan air matamu Sebab intonasi-intonasi kenangan kemb...
Sang Perindu Bidadari Oktober
Sang Perindu Bidadari Oktober Asmara datang Hadirkan rindu Senyum manis itu mengusir rindu berlalu Ketika bidadari Oktober i...
Bendung Lakejo
Jejak masih belum hilang Ketika engkau dan aku menikmati indahnya bendung Di tangga kenangan kita duduk berdua Masa depan kita simpulka...
Ayah ( Hembusan Terakhir )
Oleh: Abdoel Azis Toro (Aci) Hembusan nafas telah terhenti Ayah menutup mata dan pergi Memanggil kabut membalut hati Beriring intonas...
Semut Bertanya
Semut. Ia satu kelompok hewan. Ia bertemu di jalan, Ia bersalaman. Ia mencari makan, Ia gotong royong. Ia bersama-sama dalam kenyang...
Tahun Baru di Kota Tua
Suara terompet menghiasi telinga Petasan-petasan berbunyi beraturan diatas sana Di langit kota tua serasa berbunyi Gegana Membaka...
0 komentar:
Posting Komentar